IDENTIFIKASI SENYAWA DEKSAMETASON DALAM JAMU YANG BEREDAR DI MADURA METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI

Pratiwi, Acika Yudha (2025) IDENTIFIKASI SENYAWA DEKSAMETASON DALAM JAMU YANG BEREDAR DI MADURA METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS NOOR HUDA MUSTOFA.

[thumbnail of 21482020003_ACIKA YUDHA PRATIWI_COVER.pdf] Text
21482020003_ACIKA YUDHA PRATIWI_COVER.pdf

Download (15kB)
[thumbnail of 21482020003_ACIKA YUDHA PRATIWI_ABSTRAK IND.pdf] Text
21482020003_ACIKA YUDHA PRATIWI_ABSTRAK IND.pdf

Download (203kB)
[thumbnail of 21482020003_ACIKA YUDHA PRATIWI_ABSTRACT ENG.pdf] Text
21482020003_ACIKA YUDHA PRATIWI_ABSTRACT ENG.pdf

Download (406kB)
[thumbnail of 21482020003_ACIKA YUDHA PRATIWI_FULL TEXT.pdf] Text
21482020003_ACIKA YUDHA PRATIWI_FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (25kB)

Abstract

ABSTRAKJamu merupakan obat tradisional yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia karena dianggap aman dan alami. Namun, adanya penambahan bahan kimia obat (BKO) seperti Deksametason secara illegal pada produk jamu yang menimbulkan resiko serius terhadap kesehatan. Pada periode September 2022 hingga Oktober 2023, BPOM masih menemukan 50 item Obat tradisional mengandung BKO. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi terdapat tidaknya senyawa Deksametason dalam jamu yang beredar di wilayah Madura dengan menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Penelitian ini dilakukan menggunakan teknik purposive sampling yaitu setiap kabupaten di ambil 4 Sampel jamu pegal linu yang dikumpulkan dari berbagai wilayah di Madura, dan dianalisis menggunakan KCKT dengan fase diam C18 dan fase gerak campuran Acitronitril : Air (25:75). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 dari 16 sampel jamu yang diuji positif mengandung deksametason dengan kadar yang bervariasi berdasarkan luas area dan waktu retensi yang sesuai dengan standar. Kadar tertinggi yang teridentifikasi BKO pada sampel jamu yaitu kode (SU-B) 5.702 mg dan kadar terendah yaitu pada kode (SU-C) 0.055 mg. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi risiko kesehatan bagi konsumen jamu pegal linu di Madura. Penelitian ini perlu pentingnya pengawasan ketat terhadap peredaran jamu serta edukasi kepada masyarakat terkait bahaya konsumsi jamu yang tidak terjamin keamanannya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Jamu, Deksametason, KCKT, Madura
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Program Studi > S1 Farmasi Klinik dan Komunitas
Depositing User: Dhany Fertri Elysia
Date Deposited: 28 Apr 2026 07:35
Last Modified: 28 Apr 2026 08:46
URI: https://repository.universitasnhm.ac.id/id/eprint/1621

Actions (login required)

View Item View Item