ANALISIS DRPs PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI PUSKESMAS BURNEH KABUPATEN BANGKALAN

Azzam, Alfian Firdausi (2025) ANALISIS DRPs PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI PUSKESMAS BURNEH KABUPATEN BANGKALAN. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS NOOR HUDA MUSTOFA.

[thumbnail of 21482020006_2025_COVER.pdf] Text
21482020006_2025_COVER.pdf

Download (74kB)
[thumbnail of 21482020006_2025_ABSTRAK IN.pdf] Text
21482020006_2025_ABSTRAK IN.pdf

Download (69kB)
[thumbnail of 21482020006_2025_ABSTRACT EN.pdf] Text
21482020006_2025_ABSTRACT EN.pdf

Download (69kB)
[thumbnail of 21482020006_2025_FULL TEXT.pdf] Text
21482020006_2025_FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (25kB)

Abstract

ABSTRAKGangguan jiwa menjadi masalah kesehatan global yang membutuhkan perhatianserius, termasuk di Indonesia. Penanganan gangguan jiwa sering melibatkan penggunaanobat psikotropika, seperti antipsikotik dan antidepresan, yang berpotensi menimbulkanmasalah terkait obat atau Drug Related Problems (DRPs). Drug Related Problems (DRPs) adalah kondisi atau kejadian terkait penggunaan obat yang dapat mengganggu pencapaian hasil kesehatan yang diinginkan oleh pasien. DRPs dapat berdampak negatif terhadap hasil terapi, meningkatkan risiko rawat inap, dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, yaitu suatu jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran/observasi data variable independen atau faktor penyebab dan variable dependen atau faktor akibat dikumpulkan pada saat bersamaan dan pengambilan data secara retrospektif. Ditemukan berbagai jenis DRPs pada pasien, di antaranya ketidaktepatan indikasi, interaksi obat, ketidakpatuhan penggunaan obat, dan efek samping obat. Terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah obat yang dikonsumsi dan keberadaan penyakit penyerta terhadap kejadian DRPs. Drug Related Problems (DRPs) dalam kategori pemilihan obat yang paling banyak terjadi ialah interaksi obat sebesar (56,5%), diikuti obat tidak tepat karena kontraindikasi sebanyak (19%), duplikasi zat aktif yang tidak tepat (8,7%), obat tidak tepat sesuai pedoman pengobatan (8,7%), indikasi tanpa obat (5,1%), terlalu banyak obat untuk indikasi penyakit sama (1,5%), dan obat tanpa indikasi (0,5%) Analisis DRPs penting dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas terapi obat pada pasien gangguan jiwa. Diperlukan peran aktif tenaga farmasi dalam mendeteksi dini DRPs dan mengoptimalkan terapi pasien.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Analisis, Gangguan Jiwa, DRPs
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Program Studi > S1 Farmasi Klinik dan Komunitas
Depositing User: Dhany Fertri Elysia
Date Deposited: 11 Jul 2026 06:00
Last Modified: 11 Jul 2026 06:00
URI: https://repository.universitasnhm.ac.id/id/eprint/1626

Actions (login required)

View Item View Item