PERILAKU PETUGAS TERHADAP KELENGKAPAN PENGISIAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) MENURUT TEORI SNEHANDU KAR

Rezalasih, Dwi Nita (2025) PERILAKU PETUGAS TERHADAP KELENGKAPAN PENGISIAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) MENURUT TEORI SNEHANDU KAR. Diploma thesis, UNIVERSITAS NOOR HUDA MUSTOFA.

[thumbnail of 2134620005_2025_COVER.pdf] Text
2134620005_2025_COVER.pdf

Download (231kB)
[thumbnail of 2134620005_2025_ABSTRAK_IN.pdf] Text
2134620005_2025_ABSTRAK_IN.pdf

Download (257kB)
[thumbnail of 2134620005_2025_ABSTRACT_ENG.pdf] Text
2134620005_2025_ABSTRACT_ENG.pdf

Download (257kB)
[thumbnail of 2134620005_2025_FULLTEXT.pdf] Text
2134620005_2025_FULLTEXT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (79kB)

Abstract

ABSTRAKKlinik Mata Utama Bangkalan telah menerapkan pencatatan rekam medis elektronik dan sempat menggunakan form analisis kuantitatif melalui Google Spreadsheet. Analisis ini mencakup empat aspek: identifikasi, pelaporan, autentifikasi, dan pencatatan, namun hanya berlangsung hingga Februari 2024 karena keterbatasan tenaga dan tingginya beban kerja. Akibatnya, tertib administrasi, mutu pelayanan akreditasi, dan pengolahan data laporan menjadi terhambat. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku petugas terhadap kelengkapan pengisian rekam medis elektronik (RME) berdasarkan teori Snehandu Kar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Subjek penelitian adalah petugas di unit rekam medis, sedangkan objeknya adalah dokumen rekam medis elektronik pasien rawat jalan di Klinik Mata Utama (KMU) Bangkalan. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar manajemen klinik mengatur ulang beban kerja dan waktu petugas agar analisis kuantitatif RME dapat terlaksana. Dukungan atasan perlu diperkuat dengan kebijakan tertulis dan penambahan tenaga ahli. Klinik juga perlu menyediakan pelatihan rutin untuk meningkatkan kompetensi petugas serta mengoptimalkan penggunaan sistem otomatis. Selain itu, sosialisasi kepada seluruh petugas, termasuk non-rekam medis, penting dilakukan agar semua pihak memahami dan mendukung proses analisis kuantitatif. Meskipun petugas memiliki kesadaran dan komitmen dalam menjalankan tugas, keterbatasan waktu dan beban kerja menjadi hambatan utama, sehingga arahan atasan saja tidak cukup tanpa dukungan kebijakan tertulis, manajemen waktu, pembagian tugas yang efektif, dan sumber daya manusia yang memadai. Pelatihan berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petugas dalam pengisian rekam medis, yang merupakan bagian dari standar pelayanan kesehatan guna menjamin kelengkapan dan akurasi data pasien.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Perilaku Petugas, Analisis Kuantitatif, Snehandu Kar
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
R Medicine > RZ Other systems of medicine
R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Program Studi > D3 Perekam dan Informasi Kesehatan
Depositing User: Dhany Fertri Elysia
Date Deposited: 12 Jul 2026 08:46
Last Modified: 12 Jul 2026 08:46
URI: https://repository.universitasnhm.ac.id/id/eprint/1650

Actions (login required)

View Item View Item