Sari, Meliana Puspita (2025) EVALUASI KEAMANAN DATA REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI KLINIK MATA UTAMA (KMU) BANGKALAN. Diploma thesis, UNIVERSITAS NOOR HUDA MUSTOFA.
|
Text
22134620016_2025_COVER.pdf Download (207kB) |
|
|
Text
22134620016_2025_ABSTRAK_IN.pdf Download (234kB) |
|
|
Text
22134620016_2025_ABSTRACT_ENG.pdf Download (257kB) |
|
|
Text
22134620016_2025_FULLTEXT.pdf Restricted to Repository staff only Download (79kB) |
Abstract
ABSTRAKPentingnya evaluasi sistem keamanan data Rekam Medis Elektronik (RME) di Klinik Mata Utama (KMU) Bangkalan. Permasalahan yang ditemukan seperti lemahnya koneksi internet, tidak tersedianya fitur autosave, kebiasaan petugas tidak logout saat meninggalkan PC, tidak adanya pembaruan berkala pada username dan password, hingga ketiadaan SOP terkait hak akses dan keamanan data, menunjukkan bahwa sistem belum optimal dalam melindungi informasi medis pasien. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko kehilangan data, gangguan layanan, serta pelanggaran kerahasiaan data medis. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap aspek keamanan RME menjadi hal yang mendesak untuk menjamin perlindungan data pasien dan keberlangsungan layanan kesehatan yang aman dan terpercaya.Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi keamanan data rekam medis elektronik di Klinik Mata Utama (KMU) Bangkalan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah petugas kepala rekam medis, 1 dokter, 1 perawat, 1 informasi, dan 1 petugas IT. Objek pada penelitian ini adalah keamanan data rekam medis elektronik di Klinik Mata Utama (KMU) Bangkalan. Pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi confidentiality, setiap pengguna memiliki username dan password yang berbeda. Pada integrity, sistem memungkinkan edit data pasien oleh pihak berwenang dengan persetujuan dokter. Authentication diterapkan melalui tanda tangan elektronik oleh tenaga medis dan pasien baru. Namun, dari sisi availability, belum tersedia fitur autosave, sehingga penyimpanan masih manual dan rentan kehilangan data. Access control telah diatur melalui SOP yang dikelola oleh klinik pusat. Sementara pada non-repudiation, sistem memiliki fitur history untuk menelusuri perubahan data yang hanya bisa diedit pada hari yang sama oleh pihak berwenang. Fitur autosave sangat penting untuk mencegah kehilangan data akibat gangguan teknis atau kelalaian pengguna, sehingga dapat menjaga keutuhan dan keandalan data rekam medis. Sementara itu, SOP yang jelas dan diterapkan secara konsisten akan membantu memastikan setiap proses berjalan sesuai prosedur yang aman dan efisien. Integrasi keduanya akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan dan keamanan sistem informasi secara keseluruhan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | KATA KUNCIEvaluasi, Keamanan, RME |
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine R Medicine > RZ Other systems of medicine R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Program Studi > D3 Perekam dan Informasi Kesehatan |
| Depositing User: | Dhany Fertri Elysia |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 03:58 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 03:58 |
| URI: | https://repository.universitasnhm.ac.id/id/eprint/1668 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

